Pentingnya Pemerintah Mempercepat Digitalisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Photo by Nathana Rebouças on Unsplash

Ketidakpastian ekonomi global, mulai dari dampak pandemi COVID-19, perang dagang AS-Tiongkok, hingga konflik Rusia-Ukraina, telah memaksa banyak negara, termasuk Indonesia, untuk mencari solusi yang inovatif guna menjaga stabilitas ekonomi. Dalam konteks ini, digitalisasi muncul sebagai salah satu langkah strategis yang sangat relevan. Mengingat tren pertumbuhan transaksi digital, seperti e-commerce yang mendominasi sektor ekonomi digital Indonesia dengan nilai transaksi mencapai USD 62 miliar pada 2023, menandai peran penting sektor ini dalam mendukung pendapatan negara. Dengan potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan tumbuh delapan kali lipat menjadi Rp4.531 triliun pada 2030, kebijakan dan infrastruktur digital menjadi kebutuhan mendesak untuk menopang dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Kondisi ini mencerminkan urgensi bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat infrastruktur digital dan memastikan adanya ekosistem yang terintegrasi, yang mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta dukungan regulasi yang mendukung inovasi. Dengan meningkatnya penggunaan fintech dan platform pembayaran digital di berbagai wilayah, peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengakses pasar yang lebih luas semakin terbuka lebar.

Arah kebijakan yang berfokus pada infrastruktur digital juga dapat menambah stabilitas ekonomi. Hingga 2023, Indonesia terus memperluas jaringan fiber optik dan meluncurkan satelit multifungsi yang menargetkan akses di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal), untuk mengurangi kesenjangan akses internet di seluruh wilayah. Infrastruktur ini akan menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, khususnya dengan target kontribusi ekonomi digital mencapai 20% PDB pada tahun 2045.

Dalam hal kebijakan yang lebih konkret, pemerintah bisa lebih memperhatikan tiga fase utama transformasi digital nasional, yaitu "Prepare," "Transform," dan "Lead." Strategi ini menargetkan peningkatan daya saing digital dan inklusi ekonomi yang lebih luas. Dengan mengintegrasikan kebijakan berbasis data dan analisis ekonomi, potensi ekonomi digital Indonesia dapat benar-benar dioptimalkan. Jika terus didorong, kontribusi sektor ini terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% tampaknya sangat mungkin dicapai.

Namun, agar potensi ini terealisasi optimal, pemerintah perlu melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, pembangunan infrastruktur digital harus menjadi prioritas. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kebijakan seperti Digital Economic Agreement Framework (DEFA) di ASEAN akan membantu memperkuat ekosistem digital, menarik investasi, serta memperkuat sektor UMKM. Infrastruktur yang kuat sangat penting untuk memperbaiki konektivitas, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi digital secara menyeluruh​.

Kedua, pengembangan ekosistem digital yang komprehensif perlu dilakukan dari hulu ke hilir. Ekosistem ini akan mencakup integrasi teknologi seperti 5G, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan blockchain untuk meningkatkan efisiensi di sektor-sektor kunci, termasuk logistik dan industri makanan. Pada tahap ini, digitalisasi juga penting untuk mendorong efisiensi dalam sektor logistik, sehingga dapat mengurangi ongkos yang masih cukup tinggi di Indonesia​.

Pentingnya dukungan kebijakan pemerintah untuk mendukung perkembangan ekonomi digital tak bisa diabaikan. Selain membangun infrastruktur dan ekosistem yang mendukung, pemerintah harus memperkuat regulasi terkait perlindungan konsumen, keamanan siber, dan perlindungan data pribadi. Selain itu, pelatihan talenta digital perlu terus dikembangkan, khususnya melalui program reskilling dan retraining untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal​, mendukung pertumbuhan startup, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga ahli digital asing.

Dengan ekosistem digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir akan memberi manfaat yang meluas bagi masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi dan mendukung Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin tidak pasti.

Lebih baru Lebih lama